Powered by Blogger.

Afternoon Sky

Musim ujian berarti musim merencanakan katalog kelas. Masih ingat sekali dulu ketika saya di bangku kelas empat, dimana rasa sayang sama almamater terasa di level paling tinggi, mulai flashback gimana dulu pas pertama kali masuk sekolah, rentetan kegiatan masa orientasi, kegiatan tahunan yang harus kami jalani yang walaupun awalnya terasa menyiksa namun membuahkan banyak cerita tak terlupa apalagi kalo bukan HANSEK (ketahanan sekolah). Empat tahun yang awalnya saya bayangkan bakal terasa lama, ternyata berjalan begitu saja dan akhirnya akan segera berakhir. Empat tahun bersama orang orang yang sama seharusnya cukup membuat kami seperti keluarga.(Maafkan karena ini seharusnya sudah di post tahun lalu tapi ya taulah saya mah malesan huhu.)
Dan inilah hiruk pikuk kami ketika kami mulai mencari konsep untuk buku katalog sekolah yang mana setiap kelas hanya diberi empat halaman untuk mengabadikan momen terbaik kami. Ternyata ini tak semudah yang kami kira, banyak pendapat dan masukan dari tiap anggota kelas, mulai dari menentukan tempat, menemtukan tema kostum, sampai harus berkoordinasi dengan wali kelas agar dapat ikut sesi foto.
Kami sempat minder dengan kelas lain karena mereka terlihat siap dengan konsep mereka, bahkan setelah melihat referensi dari katalog sebelumnya kami sempat tergiur foto studio, aih untuk kelas kami yang mayoritas anak rantau, (termasuk saya ) sebisa mungkin harus menekan biaya yang mahal *hidup anak kos :’D*
Beberapa diantara kami akhirnya mengusulkan tema sporty, selain mudah dan murah kebetulan di dekat sekolah kami ada GOR yang baru saja selesai di renovasi. Setelah tempat oke, kostum pun mudah disesuaikan karena yang penting nyaman, sopan dan tentu saja sporty hehe. Jika ada kelas lain yang mungkin menyewa fotografer, kami punya fotografer gratisan yang tak boleh diragukan kemampuannya, Aldy namanya. Saya dan Aldy sering sharing tentang editing foto tiap kali dia punya foto baru hasil hunting. Walaupun saya amatiran setidaknya kami menyukai dunia yang sama, ceilah.


ini foto pas pada cari konsep mau dibuat seperti apa konsep fotonya


ceritanya testing kamera hihi


perjuangan untuk naik ke tribun karena jalan masuk yang sesungguhnya belum benar benar dibuka huhu

Sidqi dan Irfan alias Unyuu, yakan dia benar benar unyuuuuh :3

ini beneran candid loh serius hahay

Tempat, kostum, fotografer oke, selanjutnya menentukan kapan eksekusi akan berlangsung, nah dimomen ini banyak banget halangannya, karena setelah magang dan apalagi ujian praktik jurusan sudah dilewati, beberapa dari kami ada yang sudah mulai bekerja. Jadi mau tak mau kami semua harus menyesuaikan jadwal agar lengkap. Setelah kami membahas cukup lama, akhirnya kami menentukan tanggal, dan Alhamdulillah wali kelas kami mudah menyesuakan. Saya selaku anak luar kota harus berjuang buat berangkat sepagi mungkin sebelum CFD mulai. hari itu saya berangkat dari rumah Ambarawa sekitar pukul lima, ngeburu bus biar cepet sampai TKP eh ternyata pas sampai Semarang udah ada CFD dan akhirnya saya harus berjalan kaki ke kos dulu untuk ganti kostum yang telah disepakati sebelumnya. saya mengenakan kostum pemain basket looh, hasil pinjaman tapi hihi. Leganyaa ketika hari H semuanya bisa datang dan mungkin itu momen terakhir kalinya kami ber tiga puluh lima bisa kumpul semua, tapi apapun itu kami harus bisa berkumpul lagi setelah sukses nanti amiiin.
Nah, setelah kami selesai hunting foto dengan berbagai pose dan ekspresi, akhirnya saya lah yang mereka percaya untuk mendesai layout di buku katalog SMK kita untuk sekali seumur hidup, aih terimakasih semuanya sudah mempercayakan ini kepada saya, saya jadi terharu *hiss apa ini*. Dan di sinilah puncak kegalauan saya berada. Apalah saya ini yang ketika melihat hasil katalog kakak kelas (satu jurusan) hasilnya maksimal dan bagus bagus banget bikin saya minder dan blank ga punya gambaran ini empat halaman mau dibentuk kaya gimana.
Batas waktu pengumpulan file semakin dekat dan saya belum dapat konsep yang “nah ini lho”, setiap kali dapat konsep pas dicoba diterapin jadinya kurang pas, sampai pada akhirnya saya mencoba membuat sesederhana mungkin tapi penuh makna *plis ini apa lagi lin -_-*. Daaan tadaa beginilah hasilnya..


Foto lengkap dengan wali kelas tercintah dengan mengandalkan tripod. Tentu saja ini hasil yang menurut kami paling bagus dari sekian banyak take, karena beberapa kali ada yang wajahnya ga kelihatan bahkan akhirnya ada yang duduk setengah berdiri khususnya untuk teman teman cewek yang posisinya di tengah itu, kalian yang tabah ya hihi. Saya mah jelas tak mau merugi tetep duduk di tempat paling depan dong *siap siap dilempar sepatu lalu kabur*. O iya foto ini kami ambil di bagian tribun, berkat tempat duduk penonton yang beranak tangga, sesi foto full team pun sukses yay!.
karena kami hanya dibatasi dengan empat halaman, sedangkan jumlah seluruh siswa kelas kami berjumlah 35, jadi kami terbagi menjadi tiga kelompok untuk tiga halaman dan satu halaman untuk foto bersama dengan wali kelas.


Ini adalah foto kelompok kami, sengaja dibuat urut nomor absen biar lebih mudah pembagian dan proses pembuatan layout. Entah mungkin kelompok satu terdiri dari anak anak yang energik jadi begitulah ekspresi mereka. Dan lompatan ter berhasil menurut saya jatuh kepada si erlangga, lihat aja ekspresinya girang banget (nomor dua dari kanan). Oiya karena semua yang bertanggung jawab nge foto adalah si Aldy, jadi dia bela bela in ga ikutan foto bareng kelompok satu demi menghasilkan lompatan yang warbyasah looh aaah kami berhutan padamu Al, eh maksudnya kelompok satu aja yang hutang saya mah ga ikutan *lalu kabur*.


Selanjutnya kelompok dua, dan saya slah satu dari mereka. Setelah sebelumnya kelompok satu dengan ekspresi energiknya, kami yang selalu bersemangat ini mengambil konsep supporter. Suka banget sama ekspresi mereka terutama yang bela belain sampe naik pagar pembatas, walaupun sempat ada tragedi yang menggelikan setelah itu yang tidak bisa saya ceritakan di sini karena ini menyangkut nama baik teman saya *abaikan ini*. Saya juga puas dengan pemilihan tempat ketika mengambil foto ini ditambah lagi dengan kaos si Fino yang warnanya kuning membuat komposisi warnanya rame.


Dan inilah kelompok terakhir, setelah yang kelompok satu bersemangat, kelompok dua tim penyemangat, kelompok tiga ini nampaknya mulai kehabisan tenaga jadi mereka mengambil konsep sederhanya tapi tetap kece dong *mentang mentang kelas sendiri di bela in* eh tapi beneran loh di foto ini wajah mereka semua terlihat jelas dan santaii~.
Jujur, menyenangkan sekali ketika hasil katalognya jadi dan teman teman bahkan wali kelas puas dengan hasil kerjasama kami semua dan ketika disandingkan dengan hasil kelas lain yang bahkan menyewa fotografer beneran kami merasa percaya diri , ceilah. Jadi sebenarnya bukan masalah tempat yang harus begini dan begitu, bukan masalah kostum yang susah di cari untuk menjadi yang berarti, tetapi menurut saya dimana pun tempatnya sesederhana apapun kostumnya, kalau dilakukan dengan sepenuh hati dan niat yang ga setengah setengah hasilnya juga akan memuaskan.

Sincerely,
Lina Listyawati

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Ini semacam posting edisi kangen masa masa sekolah. Baru sekarang nyeselnya kenapa ga daridulu nulis arsip cerita supaya besok pas udah tua terus buka blog terus keinget deh ceritanya, baru sekarang nyeselnya kenapa dulu setiap jam selo cuma buat tidur siang dan berasa pembalas dendaman setelah lembur tugas padahal setelah saya pikir pikir tugas saya juga ga sebanyak itu, oke ini hanya alasan pembelaan haha.

Bulan bulan menuju ujian gini jadi inget jaman kelas empat. Dimana karena sekolah saya adalah program sekolah 4 tahun, maka tahun terakhir adalah tahun magang dan tugas akhir. Tahun dimana ketika ada orang nanya kelas berapa bakal bingung jawab dan jelasinya, hah kelas 4? Kok empat tahun bukannya SMK cuma 3 tahun ya? Atau yang lebih parah kamu ga naik kelas ya? Sedih. namun dibalik itu saya juga merasa cukup bangga bisa menikmati 4 tahun yang hanya ada beberapa di Indonesia cieh.

Oke balik ke magang dan tugas akhir, ketika hampir semua teman saya magang di perusahaan server ISP atau jaringan saya justru melipir ke animasi. entah bagaimana ceritanya sampai akhirnya saya dan dua teman saya Elfira dan Adit mengajukan pengajuan magang di kantor animasi Edukreasi Semarang.singkat cerita sebelum diputuskan sapa yang bisa magang di Edukreasi kami harus mengkuti semacam tes seleksi karena kuota yang diterima hanya 2. Singkat cerita akhirnya yang diterima adalah saya dan siswa SMK lain. Sempet minder di awal karena pas hari H tes lihat yang lain buat animasinya keren keren sedangkan saya hanya membuat animasi ayam ayaman yang cari makan dengan gambar seadanya.

Setelah 6 bulan menjalani proses magang, 6 bulan berikutnya adalah penyusunan laporan magang dan pembuatan Tugas Akhir. Disinilah lagi lagi saya harus sendiri, dimana teman teman saya yang lain Tugas Akhirnya dikelompokkan, beberapa orang jenisnya sama walaupun pembuatannya tetap sendiri sendiri, nah karena tempat magang saya berbeda dan selama di tempat magang memang saya sendiri yang dari STEMBA, maka tugas akhir saya pun juga berbeda dan sen di ri huhu. Dimana ketika yang lain pada saling sharing, maka saya hanya bisa iri ga punya teman buat sharing. Namun dengan kesendirian saya pada akhirnya mengharuskan saya untuk mencari tau dan mengerjakan sendiri sehingga selama proses pengerjaan saya mendapat banyak ilmu baru. Sebenarnya saya sangat menikmati proses pembuatan TA saya karena saya bisa menuangkan apa yang memang saya inginkan.

Dari sekian tahapan proses pengerjaan, proses yang sangat sulit hingga berujung ke bimbangan adalah ketika menentukan apa yang ingn saya buat, tentu saja yang berbau animasi. Sempat terpikir buat semacam kumpulan rumus tapi setelah dipikir pikir bakal banyak banget bahannya sedangkan waktu mepet karena sebelum ujian praktik kejuruan sudah harus selesai. Akhirnya setelah menimang dan menimbang, munculah ide untuk membuat media pembelajaran berbasis animasi. Kemudian saya memilih lebih fokus ke materi jurusan, tujuannya agar kelak TA saya dapat digunakan untuk proses pembelajaran untuk adik kelas nantinya.

Dan dari seluruh proses pembuatan, proses yang paling menyenangkan adalah ketika layouting dan membuat gambar ilustrasinya, yang lainnya, sebut saja proses coding dan motion saya kerjakan dengan ngos ngosan. Berulang kali masih saja ada yang salah alurnya sehingga ketika di klik menu A malah munculnya menu C dan masih banyak lagi masalah yang akhirnya membuat saya semakin bandel sama masalah coding.


Ini adalah tampilan awal model pembelajaran berbasis animasi saya, walaupun saya masih menggunakan code dan motion basic namun saya cukup puas dengan hasilnya. Di tampilan awal ini, cukup klik pada icon komputer maka kita akan masuk ke menu utama.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Sepulang dari Prau beberapa waktu yang lalu, beberapa dari kami berharap agar acara refreshing ini bisa dijadikan agenda rutin. Jadilah ketika suatu hari saya update di Path, Pak Gandhi komen dan nanyain agenda selanjutnya mau kemana, entah saya sedang kesambet apa tiba tiba bilang kalo mau rafting. Awalnya saya bilang begitu Cuma iseng, eh ternyata rekan yang lain juga tertarik pengen rafting. Jujur sebenarnya ketika saya browsing sempet ngeri juga lihat foto foto track nya, ditambah lagi ketika Mbak Emma bilang kalo di Magelang pernah ada yang kebawa arus pas rafting seketika udah mikir yang enggak enggak dan mulai deh galau mau lanjut apa enggak, lanjut tapi takut ngeri nggak lanjut tapi pengen banget.

Akhirnya setelah kami sharing ini itu, saya sedikit mantep buat lanjut. Pak Fahri bilang kalau kita rafting di Sungai Elo aja yang arusnya ga begitu deres buat pemula. Oke fix mendengar kata tak begitu deras akhirnya kemantapan saya bertambah. Kali ini Tim kami bertambah menjadi 11 orang yay rame rame!
Hari H, saya langsung membawa perkap buat dititipin ke kosan Mbak Emma dan Mbak Anisa karena takut kalo pulang dulu nanti nggak keburu dan malah buru-buru. Semula kami merencanakan untuk berangkat Sabtu sore sekitar jam 4an dengan pertimbangan agar kita selow jalannya dan menghindari hujan serta macet, tau sendiri kan gimana ramenya jalanan kalo weekend. Namun, kenyataan tak selalu sesuai dengan harapan, rencana berangkat pukul 4 menjadi mundur jadi jam setengah 6, dalam hati untung udah sempet tidur tiduran tadi di kosan haha.

Sabtu sore kami berangkat bersepuluh dengan 5 motor, Pak Ardi akan menyusul keesokan harinya karena harus pulang ke Jepara dulu. Syukur perjalanan berangkat lancar dan tidak hujan, walaupun sempet beberapa kali spot jantung karena bapak bapak mengendarai motor ala ala pembalap, tapi seruuu.

Sekitar pukul delapan malam, kami akhirnya sampai di Magelang setelah sempat hampir satu jam tunggu tungguan di Pom Bensin karena Pak Imam dan Mbak Anisa berpisah dengan kami pas sholat maghrib. Karena sudah lewat jam makan malam, tujuan awal kami adalah tempat makan nasi goreng Pak Naryo yang katanya kondang di Magelang dengan Nasi Goreng Magelangnya. Saya memesan yang pedes, eh suapan pertama pedes nya udah kerasa banget tapi pas udah suapan berikutnya mulai terasa manis asin, enaaak. Rekomended banget apalagi yang lagi lapar akut, disini porsinya bisa dibilang jumbo, makanya saya agak menyesal pas udah kenyang banget tapi masih banyak, pengen bungkus rasanya haha.

pose dulu sembari menunggu pesanan datang

Setelah makan, kami menuju ke rumah Pak Fahri yang memang asli Magelang. Disana kami membahas bagaimana besok, berangkat jam berapa, bawa apa aja sampe bahas mau sarapan dimana segala. Setelah fix, saya, Mbak Emma dan Mbak Anisa menuju ke rumah Mbak Anisa untuk nginep disana. Beruntungnya karena ada yang rumahnya Magelang jadi nggak perlu nginep di penginapan. Sedagkan Mbak Ana dan Mbak Niar diinapkan di rumah Budhenya Pak Fahri yang tak jauh dari rumah Pak Fahri.
Pagi harinya, setelah di jemput Pak Gandhi dan Pak Fahri di Rumah mbak Anisa, kami menuju ke Pom bensin untuk menghampiri Pak Ardi yang udah stay disana kemudian ke Rumah Pak Fahri untuk selanjutnya bareng bareng ke Rumah Budhe Pak Fahri buat jemput Mbak Ana dan Mbak Niar serta Adeknya Pak Fahri. Sesuai rencana kami sarapan di Soto Ayam Pak Trimo yang enak banget karena di dalam sotonya ada perkedel sama tahu, yang lebih asiknya lagi harganya terjangkau banget nagih pokonya.

soto ayam magelangan komplit Pak Trimo

Sehabis menyantap sarapan, kami langsung menuju ke start point rafting di Kampoeng Ulu Resort. Dan disinilah rencana awal yang semula kami akan menyusuri Sungai Elo beralih ke Sungai Progo yang lebih deras arusnya, waaa mana kemarin pas lihat di website foto foto di Sungai Progo agak ngeri, aih tapi karena sudah sampai sini saya Cuma bisa Bismillah dan sok sok an tetep cool walaupun tetep deg deg an, nanti gimana kalo gini jangan jangan nanti gitu dan begitu banyak pikiran pikiran jelek lainya udah nguing nguing di kepala saya.

Ketika mobil angkutan yang akan mengantarkan kami menuju Sungai, dengan berbekal doa akhinya kami sampai dan mulai bersiap mengenakan perlangkapan rafting. Setelah menggunakan pelampung dan helm serta membawa dayung, kami semacam siap dan lebih Pede menyusuri Sungai Progo malah udah nggak sabar lagi pengen segera dayung mendayung. Setelah kami mendapatkan pembekalan singkat dan jelas dari bapak guide, akhirnya kami menuju perahu masing masing. Karena tim kami ada 12 orang jadi kami dipecah menjadi 2 perahu, di perahu saya ada Pak Abdul, Pak Lutvi, Pak Ardi, Mbak Emma, Mbak Anisa dan saya, sedangkan di perahu yang lain ada Pak Fahri, Pak Gandhi, Pak Imam, Mbak Ana, Mb Niar dan Adeknya Pak Fahri.
 persiapan sebelum tempur

 
 
full team sebelum tempur

 
Beruntung kami mendapat guide yang asik, bapaknya rame apalagi tim kami juga rame dan ekspresif banget jadinya sepanjang track rame banget, dan itulah yang perlahan memudarkan rasa was was saya yang berubah menjadi rasa penasaran dengan jeram berikutnya. Perjalanan awal masih aman dan hanya ada satu jeram yang beneran harus maksa kita buat konsentrasi sama arahan guide dan berhasil buat kita teriak teriak tapi seneng, seruu. Perjalanan berikutnya kami mulai rusuh dengan saling perang air antar perahu sampai ada yang berhasil jatuh dari perahu. Awalnya saya udah bertekad agar jangan sampai kecebur, karena skill berenang saya masih abal abal. Namun ketika sampai di daerah yang arusnya tenang dan melihat tim lain bermain dengan berdiri di atas perahu dengan saling berpegangan membentuk lingkaran kemudian perahu akan diputar putar oleh bapak guide, tim perahu saya pun ingin mencobanya. Percobaan pertama kami agak ragu ragu, bahkan ketika perahu baru saja diputar kami semua sudah tumbang dan Pak Abdul jadi korban yang jatuh ke sungai, dan lainya jatuh ke dalam perahu. Lucunya, ketika Pak Abdul jatuh ke Sungai, dia kecancol kail pancing bapak bapak di pinggir sungai, sontak kami seperahu tertawa semua, dan dengan susah payah membantunya untuk naik kembali ke perahu. Tak kapok, kamipun mencoba lagi dan kali ini kami bisa loh bertahan walaupun perahunya diputar putar lama dan kencang yay! Karena bau baunya bakal ada penyerangan dalam selimut, sebelum saya diceburkan ke sungai, saya berinisiatif untuk menyeburkan diri sendiri haha, paling tidak kalau nyebur seniri kan ada persiapan haha, setelah kami semua basah akhirnya kami melanjutkan perjalanan.

 
Tim saya, Pak Abdul-Mbak Emma-Pak Ardi-Mbak Anisa-Pak Lutvi-Saya

foto bersama bapak guide sebelum menyisir sungai

 kiri atas Pak Fahri-Mbak Niar- Mbak Ana | Kiri bawah Pak Imam-Pak Gandhi-Adek Pak Fahri-Bapak Guide



Karena tim yang di perahu lain tampaknya banyak yang belum kecebur, maka tim perahu kamipun mulai berulah dan menjaili mereka agar basah semua. Kan sayang udah basah ya nyebur sekalian hehe. Sasaran kami adalah Pak Gandhi dan Pak Fahri. Sempat ada kejadian menegangkan ketika kami berusaha menyeburkan Pak Gandhi, bermula saat dia bersikeras bertahan agar tak jatuh dan kamipun semakin semangat untuk menyeburkannya, akhirnya dia jatuh pas di daerah yang berbatu dan yang fatal nya lagi yang harusnya dia bisa ikut nebeng perahu orang lain yang di belakang kami, eh malah dia berusaha berenang dan malah terbawa arus sampe kami semua deg degan ketika badannya ketutup air semua, namun Alhamdulillah akhirnya kami berhasil mengevakuainya haha maafkan kami ya Pak hehe. 

suka banget sama foto pas ini, keliatan keren banget hahay, tapi percayalah jeramnya nggak seseram di foto kok 

Tak lama kemudian kami sudah sampai finish, padahal rasanya masih pengen lagi, dan 3 jam benar benar terasa singkat banget saking kita menikmatinya. Yang awalnya takut malah jadi ketagihan ceritanya. Nah di daerah finis ini arus airnya tenang jadi bapak guide memperbolehkan kami untuk berenang atau bermain air disini sebelum kembali ke Kampoeng Ulu. Kami tiba d Kampoeng Ulu pas dhuhur dan kami mendapatkan buat kelapa muda dan paket makan siang. Sambil menunggu antrian mandi, kami menikmati kelapa muda yang seger banget. setelah mandi dan sholat dhuhur, kami menyantap makan siang. Beruntung karena hujan baru turun ketika kami makan siang dan agak reda pas mau pulang ke rumah Pak Fahri untuk mengambil barang barang dan beristirahat sebentar.
Di tengah perjalanan, kami mendapat info jika magelang hujan deras, benar ketika tak lama setelah kami mengenakan jas hujan, hujan deras mengguyur. 

Tak lama kemudian sampailah di tempat Pak Fhri, walaupun sempat ada beberapa dari kami yang nyasar karena belum paham dengan jalannya. Niat Cuma mau ambil barang dan istirahat sebentarpun gagal karena hujan lebat masih turun. Akhirnya kami memutuskan untuk menunggu hujan reda dengan bermain kartu, menonton tv dan mengobrol macam macam. Sampai akhirnya kami baru siap siap pulang setelah sholat magrib. Dan perjalanan pulang ditempuh sangat singkat nggak sampai satu jam! Dan Alhamdulillah nggak hujan lagi. 

Jadi memang benar adanya ketika kita menakutkan hal yang sama sekali belum kita lalui dan belum terjadi pada kita, itu hanya akan merugikan diri kita sendiri. Bahwa yang terlihat menakutkan belum tentu akan membuat kita takut dan yang terlihat menyenangkan belum tentu membuat kita senang. 

Best Regard,
Lina Listyawati
























Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me

Seorang Introvert yang akan menjadi Ekstrovert ketika bertemu manusia sejenis.

Total Pageviews

Categories

knowledge my story pernak pernik stuff travelling tutorial

Popular Posts

  • Sejenak menikmati Malang di MADOR (Malang Dorm Hostel)
    Jumat, 18 Agustus 2017 Saya dan Dilla tiba di stasiun Malang sekitar pukul 2 pagi, dari pembicaraan kami dengan para driver go c...
  • AKHIRNYA, BROMO !
    18-19 Agustus 2017 okay, ini sudah terlalu lama untuk melanjutkan cerita, tapi tetep harus ditulis biar ga nyesel kalo pengen nging...
  • MERDEKA DI SURABAYA
    17 Agustus 2017 kami tiba di Stasiun Pasar Turi pukul 12.24 siang. Rencana sebelumnya destinasi tujuan saya dan Dilla di Surabaya ada...
  • Simple Drawing with Adobe Flash Professional CS6
    Pada post kali ini saya akan menunjukkan langkah-langkah pembuatan objek sederhana menggunakan Adobe Flash Professional CS 6. T...

Blog Archive

  • September 2020 (1)
  • May 2020 (1)
  • November 2019 (3)
  • October 2019 (1)
  • September 2019 (1)
  • August 2019 (1)
  • September 2018 (2)
  • August 2018 (2)
  • December 2017 (1)
  • September 2017 (1)
  • August 2017 (4)
  • July 2017 (3)
  • March 2016 (3)
  • February 2016 (2)
  • February 2015 (1)
  • December 2014 (1)
  • September 2014 (1)
  • August 2014 (1)
  • June 2014 (2)
  • April 2014 (1)
  • March 2014 (1)
  • January 2014 (3)
  • October 2013 (2)
  • July 2013 (3)
  • June 2013 (2)
  • April 2013 (1)
  • March 2013 (2)
  • February 2013 (1)
  • December 2012 (1)

instagram

Created with by ThemeXpose | Distributed By Blogger Templates20